Tag: pks

Menimbang Keberagaman Gerakan Dakwah Islam

Menimbang Keberagaman Gerakan Dakwah Islam

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”[1]

Gerakan Islam adalah usaha untuk menegakkan agama Islam di muka bumi; amar ma’ruf nahi munkar. Ada banyak kelompok gerakan Islam di dunia berikut dengan metode dakwahnya masing-masing.

Di level dunia kita mendengar nama Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Al Qaeda. Sedangkan di Indonesia kita mengenal Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Partai Keadilan Sejahtera, dan seterusnya. Cara berdakwah yang dipakai masing-masing kelompok beragam: masuk parlemen; aksi massa; membentuk opini Islam dengan media massa, dan sebagainya.

Dalam tulisan ini saya tidak hendak membanding-bandingkan kelompok mana yang lebih unggul dari kelompok lain. Tulisan ini hanya akan mengangkat ide tentang bagaimana upaya kelompok gerakan dakwah Islam tersebut dalam menegakkan Islam.

Kita sepakat bahwa selama suatu kelompok merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, maka kita dapat mempertimbangkan untuk ikut berjuang bersama kelompok tersebut. Namun yang sulit adalah ketika suatu kelompok dituding macam-macam—ini tentu harus kita sendiri yang mengembalikan persoalan kepada Al-Qur’an dan Sunnah, dan sudah semestinya kita memakai standar yang jelas apakah gerakan dakwah tersebut benar atau tidak. Setidaknya kita sudah memiliki standar itu—10 ciri aliran sesat menurut MUI[2].

Berikut ini akan saya paparkan sedikit mengenai beberapa organisasi gerakan Islam, saya tidak dapat merinci setiap informasi karena yang demikian memerlukan penelusuran dan penelitian yang baik, agar tidak terjadi salah interpretasi.

Nahdlatul Ulama

Membangkitkan masyakarat dari keterpurukan akibat penjajahan menjadi motivasi utama Nahdlatul Ulama dibentuk. Dalam perjalanannya, NU dibentuk untuk menaungi organisasi-organisasi kecil yang bervisi sama seperti Nahdlatul Tujjar, Nahdlatul Fikri, dan Nadhlatul Wathan.

Paham keagamaan yang dianut NU adalah Ahlusunnah Waljama’ah, ini benar. NU juga mengintegrasikan tasawuf dengan syariat, inilah yang perlu dikritisi, apakah tasawuf berasal dari Islam? Perlu dikaji lebih lanjut dan pembahasannya diluar skop tulisan ini.

Ikhwanul Muslimin

Ikhwanul Muslimin adalah jamaah gerakan Islam yang dibentuk di Mesir, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Berangkat dari pemikiran bahwa agama Islam bukan agama ritual yang hanya mengatur urusan ibadah saja, namun mencakup seluruh aspek kehidupan, Ikhwanul Muslimin mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah.

Partai Keadilan Sejahtera

PKS adalah partai politik berbasis Islam di Indonesia. Asal mula PKS dapat ditelusuri pada tahun 80-an, PKS berawal dari gerakan dakwah kampus yang berkembang hingga didirikannya Partai Keadilan (PK) dan berganti nama menjadi PKS.

Penegakkan Islam di Indonesia

Islam di Indonesia adalah yang terbesar, namun penegakkan syariat Islam sangat lemah. Indonesia—walaupun menyatakan diri sebagai negara demokrasi—nyatanya adalah sebuah negara yang menerapkan pemikiran sekuler. Dilihat dari peraturan, keputusan, dan gerakan yang ditempuh Indonesia cukup membuktikan ke-sekuler-an negara ini.

Gerakan/jamaah yang demikian banyak di Indonesia bergerak sendiri-sendiri: dengan uslub dakwah, ideologi, dan tujuan dakwah yang tidak sama persis. Penyatuan jamaah ini—untuk saat ini—secara umum tidak akan berhasil, sebab akan terjadi bentrok kepentingan. Hal ini jika berlangsung terus akan memperlama kebenaran hadits Nabi SAW yang menyatakan dunia akan dinaungi kekhilafahan Islam.

Masalah kita saat ini adalah fanatik kekelompokan, juga arogansi diri. Kita seringkali tidak mentolerir perbuatan orang lain—yang menurut kita salah, yang sebetulnya disebabkan karena ketidaktahuan kita mengenai Islam sendiri.

Selain itu marak pula saling tuding antar kelompok—yang justru membahayakan Islam, sebab kaum sekularis dan liberalis memanfaatkan celah ini untuk memecah Islam dari dalam.

Keberagaman diantara gerakan dakwah tidak seharusnya membuat kita semakin terkotak-kotak, dan justru meningkatkan pergesekan antar umat Islam. Dari sinilah kita perlu toleransi, dan belajar bertoleransi.

[1]      TQS. ‘Ali Imran: 104

[2]      http://al-islam-indonesia.blogspot.com/2013/08/10-ciri-aliran-sesat-dan-penjelasannya.html