Category: Uncategorized

First Effort to Build My Own Processor (1)

Untuk membuat prosesor, terlebih dulu saya mesti membuat spesifikasi awal prosesor saya, misalnya seberapa besar lebar bit yang dipakai.

Nah, meskipun penamaan kurang penting, tapi nama prosesor itu perlu untuk memudahkan pembaca merujuk prosesor saya. Baiklah, saya beri nama prosesor saya AdjieCPU.

Saya ingin AdjieCPU menjadi prosesor 4-bit. Itu berarti, AdjieCPU punya register, data bus, address bus selebar 4-bit.

Saya juga ingin AdjieCPU dibuat dengan komponen diskrit, tapi saya tidak segila pencipta CPU MT15 di link ini yang membuat CPU dari 3000 transistor, lagipula akan terlalu repot dan kecepatannya juga tidak bisa terlalu cepat. AdjieCPU dibuat dengan IC TTL (keluarga 74xx atau 4004, dan juga beberapa IC tipe lain). Dengan mengambil alternatif IC TTL, AdjieCPU setidaknya bisa berjalan di rentang 1 MHz-8 MHz.

Tapi sebagai pembuat prosesor pemula, saya cukup fokus saja pada desain yang berjalan dengan baik dulu, setelah itu baru tingkatkan kecepatan (baca juga esai tentang perancangan prosesor lain di link ini).

Nah, setelah mendefinisikan spesifikasi AdjieCPU (boleh jadi spesifikasi yang saya buat tidak lengkap, namun akan dilengkapi begitu dirasa perlu), saya perlu menentukan hal lain: saya ingin AdjieCPU punya beberapa pin input output digital (No analog to digital Pin, no PWM, they are simply just too complex for now), dan mampu melakukan operasi boolean sederhana. AdjieCPU hanyalah CPU 4-bit, sederhananya hanya ada 2^4 = 16 set instruksi yang mungkin.

Cara ‘Upgrade’ Akun TPB menjadi Akun Jurusan (Untuk Mahasiswa TPB ITB)

Halo, apa kabar? Hari ini NIM jurusan bagi mahasiswa TPB (Tahap Persiapan Bersama) ITB sudah ada. Nah, selanjutnya yang mesti dilakukan adalah meng-upgrade akun TPB lama kita dan mengaktivasi akun jurusan kita. Sudah siap?

1. Login di ol.akademik.itb.ac.id

Silakan Anda masukkan User ID dan password TPB Anda, kemudian klik Login. Jika lupa, silakan hubungi LTPB ya.

2. Klik Daftar Aplikasi. Continue reading “Cara ‘Upgrade’ Akun TPB menjadi Akun Jurusan (Untuk Mahasiswa TPB ITB)”

Pengalaman Jadi Presenter di SNIPS 2014

Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains (SNIPS) adalah event tahunan yang diadakan oleh Prodi Fisika ITB. Dalam event ini kita diajak untuk melakukan kontribusi terhadap perkembangan sains di Indonesia. Peserta (participant) bisa berasal dari seluruh institusi se-Indonesia; ada mahasiswa sarjana tingkat akhir, mahasiswa magister, guru, bahkan dosen ITB sendiri juga ikut berpartisipasi. Nah, di tulisan ini saya ingin share cerita saya saat ikut SNIPS 2014. Acara ini diadakan tanggal 10-11 Juni kemarin. Selamat membaca! 🙂

Keterlibatan saya di SNIPS 2014 ini awalnya dari tawaran dosen fisika dasar (Fourier Dzar Eljabbar Latief, atau Pak Foye) untuk ikut. Sebab, saya pernah melakukan proyek tambahan di kelas mengenai sensor touchless dengan menggunakan Arduino dan sepertinya Pak Foye ingin mendorong saya lebih jauh hingga SNIPS. Continue reading “Pengalaman Jadi Presenter di SNIPS 2014”

Link referensi membuat CPU

Akhirnya saya sudah menyelesaikan semester kedua dari studi saya di ITB, sebentar lagi insyaAllah akan diumumkan jurusan di fakultas. Memang, di sini mahasiswa baru tidak langsung masuk jurusan, tapi masuk ke fakultas dulu. Doakan ya semoga dapat jurusan Teknik Elektro. Aamiin..

Oke, karena saya pingin masuk elektro, maka di tulisan ini saya mau share beberapa link untuk membuat CPU. Eits jangan salah. Ini bukan membuat CPU (kotak yang isinya hardware komputer), tapi mikroprosesor. Yap! Cara membuat Intel Core i5 CPU sendiri, FROM SCRATCH! Continue reading “Link referensi membuat CPU”

Pemrograman Socket

 

Ilustrasi

Hari sabtu kemarin sehabis UTS Kimia saya sempat ngobrol ringan dengan teman, kita sedang bicarakan proyek kecil. Proyek ini sederhana saja, membuat game kecil dengan bahasa Pascal. Rencananya hari itu kita hanya ingin men-define fungsi/prosedur apa saja yang nantinya dipakai, tapi nyatanya kita coding programnya juga.

Nampaknya teman saya ini antusias menerima ide saya. Sambil melihat dia menulis kode, saya sebut saja ide untuk meng-expand fitur game ini, yaitu menambah kemampuan game agar bisa dimainkan secara multiplayer melalui jaringan WiFi. Sangat menarik, untuk itu saya mulai meriset implementasi yang sekiranya akan berjalan mulus–setidaknya di pascal. Sebelum ini saya sudah tahu ada API windows sockets, alias Winsock, tapi ternyata sulit juga mencari dokumentasi winsock untuk pascal. Continue reading “Pemrograman Socket”

1. 8-bit 6502 Processor Introduction

Artikel ini akan berupa serial mengenai konsol game NES (Nintendo Entertainment System) dan informasi teknis mengenai arsitektur sistem NES. Direncanakan serial ini juga memuat dasar-dasar membuat emulator NES, serta informasi umum mengenai arsitektur prosesor. Serial ini ditulis untuk keperluan edukasi di bidang computer science sehingga saya membatasi pembahasan hanya untuk prosesor 8-bit dan 16-bit. Beberapa informasi mungkin tidak akurat, sehingga serial ini tidak digunakan sebagai rujukan utama.

Prosesor 6502 adalah prosesor 8-bit yang dirancang oleh insinyur Chuck Peddle dan Bill Mensch. Prosesor ini dimanufaktur pertama kali oleh MOS Technology.

Yang menarik, prosesor ini sempat luas digunakan sebagai otak dari game konsol jadul Nintendo Entertainment System (NES) sebagai bentuk usaha Nintendo menyaingi game konsol lain: Sega. Keputusan awal Nintendo untuk bersaing dengan Sega adalah memakai CPU 16-bit. Namun prosesor 8-bit digunakan demi menekan harga konsol yang akan diluncurkan. Continue reading “1. 8-bit 6502 Processor Introduction”

Merancang Mesin Jet Sendiri [Pengantar]

Di artikel ini saya akan memaparkan gagasan-gagasan awal dalam perancangan mesin jet. Semua tulisan dalam artikel ini adalah semata-mata buah pikiran saya, kesalahan pemakaian istilah dan sebagainya mungkin saja terjadi. Pun demikian, saya akan terus merevisi tulisan saya agar lebih berkualitas. Oleh karena itu, masukan dari pembaca sangat diperlukan utamanya dari pembaca yang memang expert di bidang permesinan.

Mesin Jet adalah mesin yang kompleks, sama seperti mesin lainnya perancangan mesin jet memerlukan tahap-tahap yang agak merepotkan demi memastikan kinerja terbaik, mengingat perancangan mesin jet mensyaratkan presisi tinggi dan material yang memadai—yang seringkali membutuhkan peralatan khusus dalam pembuatannya. Continue reading “Merancang Mesin Jet Sendiri [Pengantar]”

RAM Accelerator, software tercanggih dari Adjiesoft Labs!

RAM Accelerator Screenshot
Adjiesoft RAM Accelerator

Software ini tergolong revolusioner, walaupun software ini termasuk tua di laboratorium Adjiesoft. Yah demikian, bila itu memang bermanfaat, mengapa tidak kami rilis?

RAM Accelerator adalah software unloader (pelepas) resource RAM yang usang. Maksudnya, file-file sampah yang termuat di RAM akan di-unload oleh RAM Accelerator, hal ini tentunya agar RAM bisa meload program lain, dengan begitu komputer agar berjalan lebih cepat.

Contoh kasusnya sebagai berikut: Anda menjalankan Photoshop, lalu membuka file gambar ukuran raksasa, melakukan editing seperti biasanya. Namun sialnya, kali ini komputer Anda terlalu terbebani merender grafis dari gambar Anda itu, Photoshop Anda melambat dan memunculkan pesan “Not Responding”, tentu agar menghindari restarting, Anda mengklik “End Now”. Akhirnya komputer Anda normal lagi.

Namun tahukah Anda? Photoshop sebenarnya meload file gambar Anda ke memory, dan gambar yang telah ter-load itu tidak di-unload kembali ketika Photoshop crash. Nah, disinilah fungsi RAM Accelerator, yaitu meng-unload file sampah agar tidak memenuhi memory komputer. Tak hanya Photoshop, RAM Accelerator mengompress semua memory proses, agar program yang idle tak begitu banyak memakan memory.

Kedepannya RAM Accelerator akan mampu mereduksi memory proses yang dipilih tanpa mengganggu program lain. Dan akan mendukung scheduled optimization, layaknya TuneUp memory optimizer.

Memakai RAM Accelerator

Optimized memory Screenshot
Total memory yang berhasil dioptimasi

Menggunakan RAM Accelerator hanya perlu satu klik tombol. Anda hanya perlu menekan tombol ‘Free up RAM’, dan Anda akan diberitahu total memory yang berhasil dioptimasi.

RAM Accelerator berhasil mendapat award 100% Clean dari Softpedia. Untuk mengunduh, silahkan klik [sini] (file di-host oleh Softpedia).

Softpedia 100% Clean Award
Softpedia 100% Clean Award yang didapatkan RAM Accelerator

Apa sih yang membuat Office 2010 lebih cepat?

Microsoft Office 2010 LogoTahun 2010, Microsoft merilis versi Office-nya yang terbaru, Office 2010 dengan internal version 14 (klik sini, mengapa versinya bukan 13). Ternyata versi Office 2010 yang rilis resmi lebih masif ketimbang versi beta-nya. Ada banyak perubahan terutama interface yang menjadi lebih intuitif.

Perubahan interface yang mencolok jelas Ribbon-nya, yang kini lebih ramping, tidak menggembung layaknya Ribbon Office 2007. Office Button yang bulat besar kini tergantikan oleh kembalinya menu (tab) File. Ini jauh lebih mudah, nyaman, intuitif, dan efektif.

Yang saya kagum dari perubahan Ribbon ini adalah cara Microsoft mereduksi animasi dan menutupinya dengan interface lebih memukau. Saya akui Ribbon Office 2007 memang indah, namun Ribbon Office 2010 terkesan lebih soft, polos, dan tak kaku terlihat mata.

Coba Anda perhatikan, Animasi di Ribbon dikurangi. Tab Ribbon 2007, bila mouse-hover akan bertransisi efek fading. Namun tidak di Ribbon 2010, begitu pula dengan tombol-tombol dibawahnya. Namun, pengurangan itu tak begitu terlihat karena teralihkan oleh model Ribbon-nya.

Tab Ribbon Office 2010
Tab Office 2010

Tak ada lagi efek fading seperti saat Anda menglik Office Button yang besar , yang sekarang ada adalah expanding hingga menutupi seluruh ruang kerja. Dengan begitu, rendering lebih cepat, namun mengalihkan mata dengan tampilan full-nya. Seolah justru lebih keren tanpa efek fading (dan nyatanya memang lebih keren).

Perubahan di section Print Preview. Lihat, di Office 2010 Anda tak mendapatkan Print Preview konvensional seperti yang diterapkan Office 2007 kebawah. Sekarang Print Preview, ter-embed di sebelah menu dalam Tab File. Mengecewakan? Tentu, itu bagi Anda yang sangat terbiasa dengan Print Preview konvensional. Namun ini efektif, karena hanya dengan mengklik satu tombol Anda bisa dapatkan Print Preview dokumen Anda, serta pilihan ukuran kertas, printer, dan setting lain. Sebenarnya Print Preview yang lebih sempit tidak begitu mengganggu, karena justru Anda mendapatkan Print Preview + Page Setup + Print Setup + Margin Setup dalam satu tampilan. Ditambah fitur zooming yang lebih nyaman.

Lalu, dibagian Default Color Scheme, Office 2010 memakai warna standar Silver. Namun bila menginginkan lebih mirip Office 2007, ganti ke warna Blue. Atau Anda ingin yang cool? Try the black scheme instead!

Diluar tampilan, saat menginstalasi Office 2010, Anda akan disuguhkan pilihan instalasi paket Office, bila selama ini Anda hanya memakai Office Word, Anda bisa menginstalasi Word saja, tanpa perlu Excel, PowerPoint, OneNote, Publisher, dkk. Yang saat ini saya gunakan adalah edisi Professional Plus, lebih lengkap ketimbang edisi Standard/Student yang lebih murah.

Baik, sekarang kembali ke interface Office. Saat Anda membuka dokumen baru di Office 2010, Anda akan temukan tampilan lebih mini, bersih, dan tentunya lebih cepat. Ketimbang di Office 2007.

Yap, bila diperhatikan lagi, banyak sekali perubahan terutama perubahan minor, lainnya seperti fitur save ke format PDF dan XPS terintegrasi, recent file yang lebih luas dan mudah, security yang ditingkatkan. dan hebatnya Microsoft Office 2010 adalah versi Office pertama yang mendukung versi 32-bit dan 64-bit!

Unduh versi PDF dari artikel ini, klik [sini]