Home>>Arduino>>Cara Memilih Display Untuk Project Arduino!
ArduinoHow-ToIndonesia

Cara Memilih Display Untuk Project Arduino!

Halo! Bagi Anda yang sedang bingung menentukan display apa sih yang cocok untuk proyek elektronik Anda, nah ini dia panduan untuk memilih display yang pas. Istilah display disini artinya display module untuk embedded systems project seperti Arduino dan Raspberry Pi ya.

Tahu tidak? Memilih display itu tidak bisa sembarang lho, karena salah pilih display dapat menurunkan estetika project, visibilitas teks, dan tentunya lebih boros biaya.

Ada beberapa kriteria saat memilih display:

  • Harga. Seberapa mahal?
  • Dimensi display. Seberapa bongsor?
  • Resolusi display. Seberapa tajam tampilannya?
  • Konsumsi power. Seberapa boros ini display?
  • Communication Protocol. Apakah SPI, I2C, UART, Parallel, atau spesifik?

Nah, di Indonesia ada beberapa jenis display yang banyak beredar, kita bahas masing-masing display supaya lebih praktis milihnya. 🙂

LED Matrix

Wah ini sih pasti sudah sering lihat ya di pinggir jalan, hehe. Yang pasang display ini biasanya counter hape atau toko-toko. Display ini terdiri dari lampu-lampu LED kecil yang disusun rapat menjadi matrix. Warnanya bervariasi ada yang merah, hijau, campur. Display ini bisa di kontrol menggunakan Arduino.

Plus: Kontras tulisan sangat bagus, refresh rate sangat tinggi, ukuran bisa di customize sesuai keinginan (bisa kecil atau sangat besar),
Minus: Harga lumayan mahal, cukup boros listrik, seringkali harus preorder kalau mau custom ukuran yg spesifik.
Cocok untuk: Toko-toko pinggir jalan, papan pengumuman, papan skor pertandingan.

LCD 16×2 Display HD

Plus: Harga murah, kontras indoor outdoor baik, sangat mudah dioperasikan agar menampilkan huruf angka dan simbol-simbol umum.
Minus: Konsumsi arus termasuk tinggi, tidak cocok menampilkan grafik, refresh rate sangat lambat, perlu banyak kabel.
Cocok untuk: Display informasi sederhana

OLED Display

Plus: Harga cukup terjangkau, refresh rate sangat tinggi, kontras indoor outdoor sangat baik, sangat mudah dioperasikan dengan I2C.
Minus: Ukuran sangat kecil, resolusi terbatas (umumnya 128×64 pixel), sulit mendapatkan ukuran custom (terutama ukuran besar).
Cocok untuk: Display portable.

Nokia 3310 Display

Plus: Harga cukup terjangkau, kontras indoor outdoor sangat baik
Minus: Ukuran sangat kecil, resolusi lebih kecil dari OLED.
Cocok untuk: Display portable.

Color LCD Display ILI9341

Color LCD Display punya banyak varian, beberapa di antaranya menggunakan controller ILI9341 atau ST7735. Selain itu, ada juga versi touchscreen seperti keluaran Nextion misalnya.

Umumnya display ini menggunakan protokol SPI untuk komunikasi.

Plus: Banyak variasi bentuk dan ukuran, ada varian touchscreen, gambar berwarna, cocok untuk menampilkan grafik semisal foto. Refresh rate tinggi.
Minus: Kurang ramah baterai, kontras di outdoor terbilang buruk.
Cocok untuk: Proyek yang perlu grafik berwarna.

E-Ink Display

Plus: Tampilan tidak akan hilang meski baterai dicabut, tampilan outdoor luar biasa, tidak bisa dibaca di tempat gelap (kecuali ditambahkan backlight sendiri).
Minus: Refresh rate sangat buruk
Cocok untuk: Proyek yang tidak perlu banyak update display, proyek yang perlu masa pakai baterai yang lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *